wisata kuliner seputaran ganesha 10

14 01 2010

Perjalanan ke kantor pagi ini dilengkapi rasa lapar yang menjadi, nasi kuning di jalan sumur bandung pun menjadi sasaran. Selain searah sama arah kantor, rasa juga cocok di lidah, dan harga pun murah meriah. Sebungkus nasi kuning dengan tahu, telur dadar, perkedel kentang, bihun goreng, lengkap dengan sambal, cukup dihargai Rp.6.000,00. Ga heran kalau kuliner yang satu ini selalu jadi incaran mahasiswa/i ganesha 10. Lokasi yang dekat kampus dan harga yang murah meriah pastinya menjadi pilihan.

Banyaknya mahasiswa/i yang isi perut dulu sebelum kuliah tadi jadi mengingatkan daftar kuliner yang mengantarkan perjalanan perkuliahan gw di ganesha 10 selama 7 tahun ini. Nasi kuning sumur bandung adalah salah satunya. Rasanya harga Rp.6.000,00 itu adalah harga termahal yang pernah gue bayar untuk sebungkus nasi kuning ini.

Ga jauh dari jalan sumur bandung, di seputaran simpang dago, satu kuliner wajib icip-icip adalah lontong kari. Cukup banyak kaki lima yang jualan lontong kari ala padang di simpang dago. Soal harga, gue lupa, rasanya antara Rp.5.000,00 – Rp.10.000,00. Simpang dago punya koleksi kuliner yang lumayan lengkap, ada kupat tahu, bubur ayam, nasi kuning pun ada. Yang baru gue lihat adalah tahu bulat. Sesuai namanya, bentuk tahu nya memang bulat, rasanya lebih gurih dari tahu biasa.

Di jalan ganesha 10 sendiri, khususnya hari jumat, kuliner menu makan siang pilihan gue jatuh pada lumpia basah. Dari mulai dahulu kala jaman baru masuk kuliah dengan harga Rp.2.500,00 sampe sekarang dengan harga Rp.4.000,00. Sedikit tips kalau beli lumpia basah di seputaran ganesha 10, jangan beli pas lagi rame. Kalau dimasak sekaligus untuk 4 orang, biasanya lebih sedikit kalau hanya masak untuk 1 orang (ga mau rugi banget ya gue).

Menu hari jum’at ala ganesha 10 lainnya adalah gorengan, dari mulai cireng, tempe, tahu, bala-bala, sampe ubi. Ada juga cimol dan otak-otak. Soto ayam, gudeg, bubur ayam, lontong kari, gado-gado, dan masih banyak lagi. Beberapa tahun terakhir juga ada cireng isi, isi keju, kornet, ayam, sosis, sampai yang isi tradisional yaitu oncom dan kacang.

Salah satu yang khas dan selalu gue temui di ganesha 10 adalah susu murni. Bias panas, hangat, ataupun dingin. Bias tawar, coklat, moka, juga strawberry. Di bawah sengatan matahari bandung. Segelas es susu coklat selalu jadi solusi yang tepat.

Kantin masjid salman pun menjadi kantin wajib di tahun pertama kuliah, selain memang bisa sekalian sholat dan makan siang, menunya cukup beragam. Kue-kue nya itu loh, wah!! Tak terbantahkan rasanya. Kue-kue tradisional yang ga kalah sama kue-kue ala luar negeri yang nyebut namanya aja susah. Agak bergeser sedikit ke jalan gelap nyawang, jejeran warung makan pun tersedia. Rasanya beberapa teman sangat suka ayam cola ala gelap nyawang ini. Warung nasi padangnya tak kalah ramai. Pilihan gue jatuh pada makanan ala Cina, kwetiau goreng, mie goreng, capcay, ataupun nasi goreng. Walaupun masakannya ala Cina, nama warungnya ala suku pedalaman Kalimantan tapi ternyata pemilik, koki, dan pekerjanya berlogat Banyumasan, selalu senang bertemu orang sedaerah di perantauan.  Ndak jauh dari situ dekat Pasar Balubur, Bubur Ayam Mang Oyo cukup sering dijadikan menu sarapan pagi. Lumayan, sebelum kuliah isi perut dulu. Bubur ayam dan teh tawar hangat memang cocok di pagi hari.

Agak-agak jauh sedikit, di dekat RS Boromeus, ada mie baso panghegar. Mie yamien komplit dengan cekernya selalu jadi pilihan beberapa teman-teman. Gue sendiri pilih yang ga pake ceker, maklum ga doyan. Ga jauh dari situ, ada semacam pujasera yang terkenal tepatnya di jalan imam bonjol. Menu nya beragam dan banyak. Ada lomie yang katanya paling enak di situ, ada somay yang menurut gue salah satu somay terenak di bandung, ada juga pempek Palembang, bakso, makanan ala jepang seperti katsu dan lainnya.

Balik lagi ke seputaran kampus ganesha 10. Kantin dengan akses terdekat dari LABTEK IV adalah kantin bawah (sebutan untuk kantin di basement labtek). Lotek dan nasi goreng hamper-hampir jadi pilihan pasti. Perkedel jagungnya unforgettable, juga beberapa menu lain yang serasa mengundang untuk diicip-icip. Bosan dengan makanan kantin bawah, kami mahasiswa/i LABTEK IV sigap menuju Kantam (Kantim Tambang) yang letaknya memang dekat dengan gedung jurusan teknik pertambangan. Belakangan kami menyebutnya dengan Kantin Timur (sepertinya karena ada KBL alias Kantin Barat Laut). Dahulu kala pada massa gue masih mahasiswa, menu nasi goreng selalu jadi pilihan, sekalipun makan siang. Cuma satu alasannya, harga. Ambil sebanyak apapun, harganya tetap 1 porsi. Ga usah tambah lauk, lha wong nasinya uda berasa (dasar mahasiswa).

Bosan dengan menu kedua kantin tersebut, gedung kuliah gue lebih deket ke jalan tamansari daripada ganesha, dan  jadwal kuliah mepet menjadi alasan utama menuju warung di sejajaran wartel belakang (sebutan untuk deretan warung makan di terusan jalan dayang sumbi dan taman sari menjadi pilihan pertama. Ayam goreng dan lalapan atau nasi capcay menjadi pilihan tepat. Lotek, gado-gado, nasi padang, sampai ke mie rebus pun tersedia.

Well, inilah kuliner ala ganesha 10 ala mahasiwa/i dan ala irit. Gue dan mungkin beberapa mahasiswa /i lain lulus kuliah diantar makanan-makanan ini. Ini bukan iklan dan promosi loh ya. :D


Actions

Information

5 responses

22 01 2010
masdel

emang enak2 makanan d depan kampus, apalagi hari sabtu ama minggu, makanannya plus putih2 dari burung koak :D , btw makanan d gerbang belakang ngga seenak yang d gerbang depan hueheehe

22 01 2010
masdel

pesen lumpia basahnya dunk :D

16 05 2010
putra

ganesha 10 itu ITB ya?

17 07 2010
asty

warung2 sekarang tambah sedikit, pada digusurin, yg di dalem kampus juga ga cukup untuk 3000mahasiswa per angkatan.. :D

17 07 2010
csy

trus kita yang sudah uzur2 ini ga pergi2.. :) )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.