the london chronicle: the day my first anais nin touch indonesian soil

26 09 2009

hari terakhir di UK, mereka-reka smua tempat yang “wajib” dikunjungi, ya kayak belom ke jakarta kalo belom ke monas, atau belum ke bandung kalo belum ke tangkuban parahu. akhirnya hari itu diputuskan untuk ke buckingham palace. siapa tau ketemu pangeran charles trus diangkat jadi mantu (lol) lebay!!!

cerita seputaran sahur juga gada bedanya sama hari kemaren, cm menu kali ini adalah mie cup dan nasi kuning. ya emang ga nyambung, tapi ya sudahlah. hajar saja!! (lol)

dari egham sekitar jam 10-an lebih, berpamitan sama mexi dan farid yang jg mo balik ke indonesia setelah mreka selese masa study-nya. juga setelah berpamitan sama mas lanu yang ujug2 nongol, mungkin untuk pamitan sm mexi dan farid.

berhubung malam hari itu juga, kita harus pulang ke indonesia, jalan2 kali itu dihiasi dengan dorong2 bagasi. untungnya hal itu bukan pemandangan yang aneh di sono. mulai dari naek subway sampai jalan2 ke westminster, ga ada tangan yg nganggur ga bawa barang. mulai dari kamera yang standby di tangan samapi ke selongsong poster yang menyilang di belakang punggung.

sebenernya niat untuk sampai di buckingham sebelum jam 11, tp ya apa daya telat dikit, tp masih kebagian marching parade-nya. dan sekali lagi ceritanya ga jauh beda sama di windsor palace. harus desek2an sm wisatawan lain. dan tentu saja, tinggi badan yang tak seberapa ini kalah saingan sama wisatawan2 yang lain.

ntah kenapa alf milih untuk nunggu gw dan putri sambil dengerin ipod dan nungguin bagasi gw sm putri. thnks alf, jadi gampang nyempil2 liat paradenya :) )

setelah poto-poti, tempat nongkrongnya alf PW jg, jdnya agak2 males beringsut dr situ.ya walopun akhirnya pergi juga.. tujuan selanjutnya adalah jajaran tokobuku di seputaran charing cross (kalo ga salah tempat, nama, dan orientasi).. putri mo nyari buku-buku buat moxi dan rory sepertinya. gw, gw sih ga nyari apa2 tp klo ada bolehlah..hehe..

masuk di toko buku pertama, gw keinget sama satu penulis yang pernah gw quote di blog sebelah. quote-nya pas banget sama mood gw yang lagi enjoy and have fun bareng temen2 kuliah, the craziest things happened when you were in your third year of college. (lol). ada sih bukunya, tapi bukunya tll tebel, dan bukan buku yg gw cari. di toko buku selanjutnya pun masih mencari buku anais nin.. sampai akhirnya ada di salah satu toko buku, bukunya tipis dan salah satu buku yg membuat anais nin mulai dianggap di dunia sastra. buku dengan judul under a glass bell pun akhirnya menjadi milik gw.

putri pun tampaknya menemukan buku2 yg dia cari di toko itu, i guess the bookstore is a literary treasure. hehe.. sekeluar gw dari toko buku itu, a good big black bag was spotted.. hehe.. padahal itu diseberang jalan. the bag is good, nice and exactly like what i wanted. jadilah gw menyebrang dan beli tas itu, yang pada akhirnya pun berguna untuk bawa2 bekal puasa.

rute perjalanan berikutnya adalah little london, ada oleh2 yg hrs dibeli lagi. selese belanja, kita bertiga ga punya tujuan lagi selaen heathrow. setelah mampir di burger king untuk beli makan buka puasa, kita ke heathrow. belum solat dhuhur ma ashar tuh, hunting prayer room pun dimulai, dan kita pun dapet suatu pengalaman baru (put, gw link lagi ya).

setelah sholat dan buka puasa, akhirnya menuju antrian ular naga panjangnya untuk check-in. alf was getting sentimentil. good luck with your study alf!! dan doakan gw bisa mengunjungi lu lagi, mumpung visanya masih berlaku ampe march. semangat alf! merdeka! (naon deui…)

setelah check-in, keingetan coklat buat ipi, setelah menggondol 9 coklat toblerone yang masing2 beratnya 400 gr.. (pi, belinya emang 9, tp buat lu 1 aja ya.. hehe).. akhirnya…after all of this craziness, gw dan putri pun terbang ke dubai, and we slept the whole way through dubai. jd kita melewatkan sarapan yang artinya melewatkan sahur (lol).

sampai dubai dan menunggu check-in, seorang bapak2 tanya ke gw “kerjanya dimana?” well, gw diduga sebagai tkw sepertinya. and it happens the whole way through jakarta, funny experience and a lil bit annoying i guess.. dan kemudian bersama dengan expatriate2 dr indonesia laennya (baca tkw dan tki, red) gw dan putri terbang menuju jakarta, gw dengan anais nin gw dan putri dengan sherlock holmes-nya..

well, akhirnya me and my very first anais nin touch the indonesian soil.. setelah ketemu pop,mom, and lil bro dan pamitan juga bermaaf2an sm putri… rute perjalanan gw pun berlanjut ke jagakarsa, the home sweet home..

and that was the whole journey mate.. all the way to london and back here..

there is no place like home.. emang bener itu pepatah: “lebih baik hujan batu di negeri sendiri, daripada hujan emas di negeri orang” tapi mo gw tambahin ah sekarang, “lebih baik lagi kalo di negara sendir hujan emas segede2 bongkah batu” (lol).

the end….





the home alone

26 09 2009

bukan kayak film home alone si macaulay culkin yang penuh dengan petualangan melawan perampok atau tinggal di hotel berbintang, home alone versi cessy tahun ini adalah karena cuti bersama. not trying to sound like a lil spoiled brat, tapi home alone kali ini emang dikarenakan si mbak yang masih mudik, sementara pop uda harus masuk kerja. alhasil, pop dan mom pun menginggalkan gw dan si lil’ bro di bandung berdua.

berbekal ketupat lebaran dan sedikit gulai ayam, gw dan lil bro mencoba survive (lebay-nya mulai).. the funniest thing is, we were running out of gulai.. and this is when the stories begin.

berbekal mie cup, bumbu nasgor instant, corned, dan wajan anti gores, petualangan kuliner gw dan adek gw pun berlanjut..

hidangan pertama adalah nasi goreng benyek.. dalam bahasa indonesia benyek itu mungkin bisa artikan lembek dan mushy. yak, ini adalah salah gw. ternyata ajaran masak nasi dengan air sebuku jari itu ga berlaku untuk semua tipe beras yang kita punya di indonesia raya ini. adek gw dengan lantang memprotes kehadiran nasi benyek ini, dan mau ga mau ttp harus dimasak dan dimakan, just don’t ask about how it was, penampakan dan rasa, just don’t. ya namanya juga laper. (hungry)!

hidangan kedua adalah bratwurst lada hitam, yang menjadi inti cerita home alone ini. sengaja ga masak nasi terlalu banyak memang, karena gw niat ngabisin ketupat. what is bratwurst lada hitam have to do with ketupat. nah ini dia kreasi home alone versi gw. jadiiii, saking niatnya ngabisin ketupat (mubazir gitu loh..), gw manasin ketupat di atas wajan anti gores dan di sebelah ketupat adalah bratwurst lada hitam gw. well, sosis yg dipotong2 dan ditaburi lada hitam bubuk. dan itu adalah pengalaman pertama gw makan KETUPAT LADA HITAM. mau ga mau, ketupatnya yg gw “panggang” pun kecipratan lada hitam, jadi ya uda sekalian aja gw jadikan ketupat tumis lada hitam. dan sekali lagi, jangan tanya soal penampakan dan rasa, biar tuhan dan gw aja yang tau.

hidangan ketiga akhirnya di-handle oleh si ayam 24/7 yg terkenal dengan anda lapar kami antar itu.. 2 porsi ayam dan 4 porsi burger untuk 2 hari dan 2 orang pun dipesan. dan kali ini dengan pengalaman yang ada, beras pun dimasak dengan takaran air yang lebih dikit daripada yang diajarin dulu.

cerita home alone nya ga aman sampai di hidangan ketiga itu aja, cerita perburuan tikus pun menghiasi cerita home alone gw dan adek gw. dan so many things i never done before. well, kalo begini i’m such a little spoiled brat.

intinya adalah, when you were force to do somethings you don’t use to, some incredible and queer things happened, great and crazy idea are flowing like a river and  some of it adalah KETUPAT LADA HITAM itu tadi. salah satu resep kuliner baru untuk makanan setelah lebaran, pada saat gulai ayam mulai langka dan ketupat masih banyak.

and lesson learned is: jangan bikin ketupat banyak2 kalo lebaran, lha wong kalo keliling itu dibawain ketupat, kalo dikunjungi dioleh2i ketupat. (lol)

happy lebaran everyone MINAL AIDIN WAL FAIDZIN. it’s a lil bit late, but there’s no such things as late apologizes right.. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN!! have a safe trip from mudik and let’s go back to work or school or any daily activities with a fresh start and a clean slate..





the london chronicle: shops till mr. sterling drop

23 09 2009

hari kedua di egham, diawali dengan bikin makan sahur ala anak kost (ini kost-nya jauuuhh benerrr..).. berbekal nasi dan rendang dari pak aswan (sekali lagi makasih pak), microwave, teh, dan gula di pantry asrama, alf, putri, dan gw pun memulai ritual sahur. ya seperti biasa lah, agak repot ngebangunin alf, mungkin uda ditelpon 3-4x, bahkan setelah gw sm put uda di pantry pun alf ga nongol2.

makan di udara yg dingin (catet ya, lbh dingin daripada “udara sahur” di tanah air) sukses membuat napsu makan meninggi, nasinya aja 2 macem, nasi kuning sama putih, rendang ayam dan rendang daging, minum jus, minum teh.. alhamdulillah. sengaja berlama2 di pantry biar shubuhnya ga kelewatan. setelah sholat, ritual tidur pun dilanjutkan, setelah janjian mo bangun pagi karena mo jalan2 lagi (loh katanya konferensi, kok malah jalan2 ya, hehehe..).

janjian bangun pagi pun lewat, gw bangun j8 dan lsg mandi, pak aswan uda ketok pintu, alf pun nyusul ke depan pintu asrama, dengan tampang “hi, selamat pagi, gw baru bangun nih”. setelah beres smua, gw sama putri mau liat poster kita dulu.. sekali lagi, jalan di udara yang dingin, sukses membuat gw susah ambegan, dan sll menyembunyikan tangan di saku jaket.

sampai di windsor building, tempat poster kita di tempel, ada mas ian temennya si anak kecil, ijin deh sm mas ian, yg uda ketemu malemnya pas makan. liat poster yg keriting2 gr2 kepanjangan dan ketipisan kertasnya tp mo di-laminating (paling ga itu alasan tempat laminatingnya), agak miris juga dan sekali lagi menuai reaksi yang biasa aja. itu hasil kerja 2.5 thn mulai dari program studi bersama ama sponsor, sampai ke program tesis s2 yg lagi2 dibayarin sponsor, kok rasanya kurang maksimal ngerjainnya. kurang “jreng” posternya, mana penampakannya super kisut gt lagi…

akhirnya poster pun di screen-shoot.. foto2 di poster trus keluar gedung.. ntah kenapa gw refleks buka HP, dan ada sms dari mBos. isinya singkat, padat, dan jelas, exact quote nya: “Dimana kalian? Saya pulang pas brea pertama.” langsung di bales lah, dengan berita kalau kita ada di luar windsor building dan abis liat poster. selese bales liat jadwal break, ternyata masih 30 menit lagi, eh ternyata, baru juga 5 menit-an bales, eh mBos uda keluar. ketemuan cuma 3 menit lah kali ya, trus taxi pesenan mBos dateng.. sambil jalan ke taxi pun mBos bilang, “jadi mo ke kabur kemana hari ini, uda ke sini, ke big ben dong.” waaawwww……. dengan senang hati pak, kabur dari konferensi dan ke big ben.. lagian, uda gada jatah buat poster session lagi kok, poster uda harus dicopot..

rencananya sih pengen pergi pagi2, karena pak aswan harus pulang sore itu juga. tp karena ini dan itu akhirnya baru keluar RHUL jam 11-an. rute perjalanan hari itu ke old windsor, ke istana-nya ratu inggris, trus ke london, mengunjungi big ben dan sekitarnya..

nyampe di windsor, pas banget bakal ada parade penjaga, pantesan rame beneeerrr… berusel2an sama bule2 yang untungnya masih pada anak2 jd kalo ke “body” dikit ga meringis2 manyun.. hehe.. maklum, proporsi tubuh asia yang bantet ini sungguh2 membuat teori mbah Darwin berlaku, survival of the fittest. (lol).. jadi lah akhirnya nonton parade penjaga dulu, abis itu tetep poto-poti kanan-kiri,, ntah gimana awalnya , kok akhirnya kita ber-4 ngejar2 bus ya.. kayaknya sih biar sempet ke london dan biar pak aswan ga telat ke airport.

sampai asrama, uda jam 1, liat waktu sholat, dan akhirnya sholat dulu.. trus nungguin igun yang mo ketemu sponsor, sponsor yang sama ama sponsor gw selama 2.5 thn ini dan akan mensponsori igun selama 3 thn ke depan.. rada2 lama jg nungguin igun, ampe gw mati gaya ga tau mo ngapain.. kalo ndak salah, keluar RHUL itu jam 2 lebih, pak aswan sm igun ke heathrow untuk cari lokerbuat naro bagasi; pu3, alf, gw ke london untuk ke london eye & big ben..

poto-poti pun berlanjut, dari mulai london eye sampai mendekati big ben (screen-shoot fotonya menyusul ya, berhubung krisis flashdisk, thumbdisk, dan portable disk lainnya, jadi smua foto nitip di putri, dan sampai sekarang belum di-copy).  setelah dr big ben, kita mutusin untuk beli oleh2, setelah telpon2an sm igun, eits yg nelpon tentunya alf dengan nomer barunya yg dikasih mas duncan, kita jalan ke daerah piccadilly (review picadilly-nya diliat di blog tetangga saja ya, yg juga jadi tokoh utama di cerita ini, monggo di sini; put, gw link ya…). sampai di little london, toko souvenir di deket patung picadilly circus, gw dan putri pun belanja, alf pun nontonin kita belanja, mulai dari itung2an sp aja di kantor yg bakal dikasih oleh2, sajen karena uda bantuin, dan oleh2 buat keluarga, maklum pas pulang ke tanah air itu besoknya langsung lebaran, dan issue kepergian gw melanglang buana ke london sudah sampai ke telinga2 spupu bahkan keponakan gw.

belanja-an yg tentunya paling banyak diambil adalah gantungan konci sama tatakan gelas. gantungan kunci untuk temen2, tatakan gelas buat gw, dan buat keponakan2 pensil aja ya nak… buat sekolah, biar ke london kayak bule’.. cie..bule’ sombong bener dah… (gpp lah sekali-sekali, tp sombongnya jgn ditiru ya nak, (lol)).. kaos buat si bro’.. yg gw bingung itu emang beli oleh2 buat emak bapak, moso’ beliin kaos buat bokap? ga banget dah, hiasan2 dinding atau meja buat nyokap? kyknya nyokap uda way beyond that kind of stuff deh..

singkatnya sih, akhirnya antri di kasir dan igun pak aswan pun uda nungguin di deket patung picadilly.. angka di cashier register-nya ga usah di bahas deh, pokoknya emang itu angka yg biasa gw habiskan buat oleh2 lah, intinya sih lebih ga ngere dari perjalanan 1/2 backpacker ke singapore itu.. belanja2 ini mengharuskan gw mengunjungi money changer berkali2, ya smua rupiah yg gw tuker dollar pun pada akhirnya habis gw tuker mr. pound sterling. hehe…

sampai di patung dan pamitan sm pak aswan yang mau pulang ke indonesia, igun, pu3, alf, dan gw pun meluncur cari makan buat buka puasa. igun bilang ayo cari makanan murah, dan by definition murah itu adalah di bawah 10 pounds alias dibawah 160an ribu rupiah.. sadddiissss… ini jadi buka puasa termahal gw kayaknya. akhirnya terpilih makanan bernuansa vietnam, muka yg sangat melayu ini pun sudah terkenal tidak mengkonsumsi babi, jadi si empunya restoran pun menunjukkan ada menu non-pork di restorannya.. 3 porsi pho rebus untuk gw, pu3, dan igun dan 1 porsi pho goreng untuk alf pun siap disantap (pho itu mie, jadi ya beli mi goreng sama mie rebus, yang seporsinya kl ga salah 5 pounds yang berarti 80 ribu), porsinya alhamdulillah guede dan buanyak, puas lah perut.

yang tadinya mo anter igun ke tempat temennya dan (kayaknya) tempat nginepnya malem itu pun diurungkan, maklum ngantuk dan cuape. akhirnya sampai di egham dan lsg naik taxi saja, yang lebih murah drpd naik bus. dan kebagean taxi-nya yg gede, hmmm, klo di jakarta taxi yg alphard itu kayaknya (eh alpahrd gitu ya? pokoknya yg gede bgt itu lah).

sampai di kamar, krisis low disk space itu tadi membuat repot acara mindah2in foto.. terutama sih foto dari kamera gw dan alf. kan kamera gw diinvestasikan ke alf selama 1 thn.. (alf, balik2 itu kamera nambah snowball yang gede ya (evilsmirk)). jangan tanya knp gapake gigi biru atau card reader ya, nambah panjang ini ceritanya..

akhirnya, malam itu setelah itung2an utang piutang oleh2 sm putri, setelah 1/2 packing dan sholat, akhirnya kita smua beristirahat. and that’s the end of the day.. besok kita masih punya 1 hari untuk jalan, kan bsk flightnya malem, hehe,,, dan hrs siapin tenaga jg, krn bsk jalan2 sambil bawa2 bagasi pulak (lol)….





the london chronicle: jakarta-dubai-heathrow-egham-london-egham

21 09 2009

sampai cengkareng, langsung ga sabar pengen liat wujud visa yang uda sukses bikin sport jantung, makan hati, dan menyiksa mata (mata pencaharian maksudnya, apply visa 2x itu bayar 2x lohhhh). gw kirain gw bakal ngerasa gmn gt ya, gw kira gw bakal lompat2 atau bereaksi lebay (bahasa gaul nih lebay, yang artinya berlebihan), ternyata reaksinya cuma biasa aja, cuma: alhamdulillah, oh cuma gini toh visa, ya uda lah akhirnya ga jadi utang sama sponsor yg uda bayarin ke london.

check-in di cengkareng dengan tiket pesawat kelas ekonomi ternyata menuai reaksi agak tidak ramah dari bangsa sendiri. sial! jutek2 amat sih nih orang2. ya kalopun merasa capek dan lebih pengen ada di rumah atau tarawih-an, kan tetep aja sama costumer mah harus senyum, senyum kan juga ibadah, kerja kan juga ibadah, sempet dongkol lah pokoknya.

hal yang sama kejadian lagi nih pas mo masuk ruang tunggu.. oke2 it was a busy night, tapi ya ttp lah jangan beda2in bangsa sendiri sama bule’ dong. klo sama bangsa sendiri sewotnya minta ampun, klo sama kumpeni langsung nunduk2, wah masih jiwa dijajah kok kita ini, jiwa inlandernya masih ketinggalan! eh ini bukan cuma di bandara aja lho ya, fenomena nginlander ini atau suka rela jd inlander ini gw liat masih banyak terjadi. namanya pelayanan publik kan harus sama tuh ke sapa aja, lha ini… gw disewot2in kok bule’ di belakang gw di senyum2in dan ramah bener.. aassseemm tenan!!

hah, sabar…sabar… ya sudahlah ayo boarding..

selama penerbangan jakarta-dubai, gw sama putri niat untuk ttp ibadah. jadi kalo disuguhin makanan pun, sll cek local time. pas makan pagi dikasih, uda tengok2an nih, nungguin layar TV yang nanyangin update penerbangan untuk tau local time. dan klo ga salah, time to dubai di situ dibilang masih 1 jam lagi, well karena sampai dubai pun sekitar jam 5 lebih, brarti masih jam 4 lah, ya uda dimakan lah akhirnya, dianggap makan sahur.

setelah landing dan lewatin penjagaan yg lumayan ketat, akhirnya cari toilet, dan alhamdulillah nemu mushola juga, ya dubai gt loh, moso’ gada musholla. sholat shubuh lah kita. duh, gw ngebayangin masih harus terbang 7 jam lagi.. ya sudahlah, tidur aja, pikir gw. dan akhirnya gw pun boarding, ga sempet ngabarin keluarga di indonesia kalo uda di dubai dan uda mau terbang lagi, yah boro2 ngabarin deh, lagi krisis energi, aliah bateri abis.

akhirnya, setelah berjam2 mengudara (kayak penyiar radio aja).. nyampe-lah di heathrow.. landing card uda diisi, uda ngantri manis di imigrasi. petuas imigrasi di inggris malah lebih banyak senyum daripada di indonesia, petugas imigrasi di indonesia serem2 tampangnya (sekali lagi, kalo sama bangsa sendiri, sm bule’ mah ttp senyum). yup, akhirnya lolos imigrasi.. visa bisnis rada sakti juga euy, walopun penerbangan kelas ekonomi, tp kan di imigrasi ga ketauan kelas penerbangannya. hahaha. padahal apply buat visa general, eh dapetnya bisnis gara2 keperluannya adalah menghadiri konferensi.. bagasi uda di tangan, keluarlah kita mencari familiar faces.

putri berhasil men-screening igun duluan.. hah, familiar face.. senangnya!! rasanya pengen nyubit diri sendiri, ini mimpi or i’m in heathrow for real (lol). akhirnya melihat alfend dan pak aswan.. fyuh… lega juga uda sampe.

next destination adalah egham, tempat konferensi itu tadi. waktu setempat kalo ndak salah sih jam 2an.. dan alhamdulillah ga berasa laper, dan ttp niat untuk nerusin puasa. brrrrrrr…kluar2 bandara disambut angin yang duingin bauanget!! kayak klo pagi2 ato sore2 di lembang..sepanjang jalan, disuguhin pemandangan yang dulu biasa gw liat di lukisan2, ya kuda2 di tanah lapang gitu, trus rumah2 dengan dinding2 bata, dan ternyata orang inggris juga hobi parkir di pinggir jalan (lol).

Royal Holloway University of London.. yup, itulah tempat tujuan kita, igun pamit mo mengurus sesuatu, jadi nanti kita ketemu di london saja katanya. ga lama setelah igun pamit, igun sms pak aswan perihal titah dan mandat mBos, soal apa yg hrs dilakukan setelah sampai. belon juga ambegan kalo kt orang jawa, uda dikasih perintah (lol).

masuk ke asrama di RHUL, gw instantly merasa comfy.. bagus, bersih (pastilah), dan emang mendukung untuk belajar banget suasananya. setelah sholat dll, akhirnya kita mutusin untuk jalan ke london dulu, sekalian beli sikat gigi dll.. sedikit alasan untuk melaksanakan perintah nanti saja pas acara makan malem. simple order sebenernya, cek poster yang mau dipresentasikan dan ketemu sama sponsor, yang ntr jg ketemu pas acara makan malem.

jalan kaki dari RHUL sampai ke stasiun egham untuk menuju london, well, lumayan juga.. ya secara baru duduk 14 jam eh disuruh jalan pulak.. setelah duduk di kereta dan menikmati 45 menit perjalanan ke waterloo, lagi2 pemandangan ala lukisan kuda dan rumah2 bata pun tersajikan. (perasaan bahasa gw jd aneh?). padahal cape dan ngantuk banget itu.. tapi ttp aja niat ke london, pak aswan ngajakin ke tower bridge, gw ma putri sih hayuk2 aja. alfend yang akan 1 thn di uk dan baru bbrp hari di uk pun bertindak sebagai guide dadakan..

singkat cerita, akhirnya sampai juga di tower bridge, acara poto-poti pun dimulai.. semua pose, smua background. kamera biru dipasrahkan pada bung alf.. yup, all i have to do is pose (lol)..

pengennya sih masih jalan2 ke big ben dl, mumpung deket kata pak aswan, tapi waktu menunjukkan pukul 5 lebih (kayak siaran dunia dalam berita aja).. ya sudahlah, demi melaksanakan perintah, titah, dan mandat, meluncur gontai lah gw ke nearest subway station, untuk balik lagi ke egham. tadinya mo beli minum dulu, karena pasti akan buka puasa di kereta, eh gada vending machine di deket2 platform keretanya, pdhl 10 menit lagi berangkat. ya udahlah nelen ludah aja kayaknya (lol).

jam buka puasa hari itu jam 7 lebih, dan pas jam 7.20an, akhirnya ngebatalin puasa juga setelah puasa ga makan minum hampir seharian lebih, karena beda waktu dubai dan london. pak aswan langsung bagi2 coklat (makasih pak, jazakumullah khoiron katsiran)..

sampai di RHUL, lsg menuju tempat makan malam, laper bo’… inceran pertama adalah air putih!! itu tegukan pertama rasanya uda kayak abis lari2 di gurun sahara (padahal jalan2 di tower bridge), mana pake nungguin diambilin botol still water dl lagi). soale yg di meja cm ada white and red wine, sm sparkling water.

wooww… ada mexi… akhirnya, ketemu juga sama salah satu dari the nine wonders ini.. si ibu yang sudah 1 thn tinggal di RHUL ngubek2in tektonik dan sepertinya uda ga tahan bergosip sm kita pun langsung gw toel.. dan janjian untu gosip. somethings didn’t and will not change i guess,, uda sampe di uk pun, niatan pertama setelah ketumu adalah gosip dan cerita2..

makanan pembuka yg dihidangkan agak2 ga cocok nih sama menu buka puasa yang biasa dimakan di tanah air.. menu buka puasa gw kan biasanya yg anget2.. sedangkan yg didepan gw adalah makanan pembuka, yg dingin. tetep abis sih, lha wong laper (lol). makanin aja terus sambil ngobrol sm mike, salah satu panitia acara konferensi itu. hidangan selanjutnya adalah lamb alias domba, seumur2 ga pernah makan domba atau kambing, ini “terpaksa” makan.. ya sudahlah… telen aja.. apalagi ini satu2nya makanan yg anget.. makan trus didorong air putih.. dan malam itu gw, pu3, dan pak aswan sukses ngabisin berbotol2 still water, ngebuka satu sparkling karena saking ga tahannya malah ga bersahabat sm tenggorokan (lol). makan minum telen, dan ttp sambil ngobrol.. sampe akhirnya ke hidangan penutup yang ditunggu2, soalnya ini berarti makan malem uda mo selese.. desertnya astaga naga astaghfirullah uasem bener.. itu smua buah berry ada disitu, mike bilang itu makanan tradisional, dan gw malah diajarin berry2an sm mike (doh).

screening keberadaan sponsor sih sebenernya uda dari td pas masuk ruangan, br ketemu pas uda mulai makan. selese dessert, akhirnya perintah, titah, dan mandat dilaksanakan. kita melapor sama sponsor kalo kita uda dateng. lanu yang sempet berkunjung ke itb waktu itu nanya, kalian ada masalah sm tiket? dan gw putri kompak jawab visa. lanu ketawa dan bilang ya kita juga pernah punya masalah yang sama untuk masuk ke indonesia.. iya gw inget kok mas lanu, lha wong saya jg kena imbas hrs nganterin 2 temen situ ke bandara buat ke singapore ambil visa (lol).

akhirnya pamitan sama mike untuk ke kamar dan tidur.. alhamdulillah the day went well, tinggal ngebayangin besok ketemu bos.. mexi ikut berkunjung ke kamar, tentunya untuk gosip. heboh, seru dan spektakuler lah ngegosipnya.smua acara gosip di tv kalah. karena hampir jam 12, mexi pun pamit, dan gw sm putri pun tidur, karna lagi2 bsk niat mo puasa dan tentunya harus sahur..

hari itu pun selesai dengan baik, sampai london selamat, puasa jalan terus, poto-poti jalan terus, as i said earlier, the day went well.





the london chronicle: visa oh visa

20 09 2009

issue kepergian ke london berhembus kencang dari sebelum sidang, sebelum ribut dan ribet bikin draft tesis malah. high hopes and expectation buanget lah pokoknya. maklum, angin2 surga begini uda berhembus dari sekitar 1.5 thn lalu.

niat ngurus visa pun agak terseok2 gara2 keingetan angin surga terdahulu, dan tentunya tesis yang sepertinya gada ujung pangkalnya. kayaknya dulu tuh tesis ga bakal selese aja, mulai dari bingung nulis apa sampai ngerjain apa. *senyum2 nginget2 derita tesis*.

setelah tesis selesai pun, niat bikin visa masih ga kesampean. mulai dari sok sibuk bikin perbaikan draft tesis lah, sampe persiapan wisuda, trus ke bantuin workshopnya kotak pasir. belum lagi bikin poster dan request dari mBos. intinya mah banyak aja alesannya untuk ga ke jakarta dan bikin visa. igun uda teriak2 nyuruh2 bikin visa, uda dibantuin liatin tiket segala.

nih, gara2 niat yang setengah2 begini nih.. ada aja “petaka” pas mo mo berangkat ke jakarta untuk masukin aplikasi visa. pertama, jam meeting point yang disetujui kelewat, alias ngaret dan nelat. trus, kartu keluarga si anak kecil ketinggalan. nyampe jakarta pun telat lah.. sukses “diomelin” satpam karena telat. masih untung bisa selese sblm jumatan. nah, petaka selanjutnya adalah.. si anak kecil keracunan makanan setelah makan gindara (nyesel kan ga sekarang, ke-merah-an lu sebadan2 itu ga di-screen shoot). pulang pun akhirnya nunggu rory dulu, yang jg mo ke bandung, untuk gantiin anak kecil nyetir.

jakarta jam pulang kantor, hari jumat pulak, ga ada harapan lain selain muacet!! setelah sukses sela/ip kanan-kiri, dengan cepatnya uda nyampe ke rest area terakhir (ini kok kalo dibahasakan jadi tempat istirahat terakhir ya, hahaha), dan kelewatan, dan bensinya ampir habis, yak inilah petaka selanjutnya. deg2an kehabisan bensin di jalan tol (ga lucu banget) mana gada rest area lagi kan sampai tuker tiket, sampai bandung malah. singkat cerita, keluar di padalarang, isi bensin, lanjut lagi ke bandung.

sedari mulai masukin aplikasi sampai nrima keputusan visa, perasaan kagak enak mulu. emang kagak boleh nge-batin dikit kali ya. pas si bos bilang uda dapet visa, langsung deg2an.. pikirannya uda macem2,, mana tiket uda dibayar lagi,,

akhirnya setelah keputusan visa ditangan, dibuka, dan dinyatakan refuse, tiga2nya pulak (gw, pu3,anak kecil).. lemez lah gw.. melapor lah gw sm igun, dan igun pun bilang lsg aja apply lg seninnya. well, akhirnya gw pun bikin surat keterangan kerja, dan hari minggu pun gw sepenuh hati menapaki kawah galunggung demi dapet tandatangan mBos. walopun sepenuh hati juga deg2an dan bingung gimana bilang sm mBos kalo visa ditolak. lha wong uda susah2 dicariin sponsor dll kok bisa2nya screw up. fhayah bener gw..

well, setelah bilang sm mBos dan ga bisa menerka reaksi dan raut muka mBos waktu gw bilang visa ditolak.. gw pun berjibaku dengan waktu dan teriknya matahari dan ramenya traffic hari senin. ke jakarta lagi lah gw, dan tetep aja ada “petaka”, salah bikin janji lah, belum fotocopy ini/itulah..ya walaopun akhirnya ga telat sampe di t4 pendaftaran, tetep aja HOROR.

nungguin visa untuk kedua kalinya ternyata lebih tenang, atau malah pasrah y itu.. uda rugi ratusan dollar pulak kan.. baru ngerasain yang kata orang “perasaan gw kayak diaduk2″ *quoating vi2*. mBos bilang orang kedutaan nelpon ke kantor, ini bagaikan angin surga, wah kayaknya dapet nih, secara ditelponnya kamis gitu kan.. jumat ditunggu2 eh ga ada juga.. akhirnya sabtu sm minggu pun pasrah.

senin pagi.. dengan santainya pergi ngampus, eh ditelpon fakultas, ditanya mo bikin visa bla2, dan dksh tau kalo fakultas ditelpon kedutaan.. errrgghhh… makin deg2an.. hah…ya sudahlah.. semakin pasrah pulak, apalagi agen tiket ga bisa bikin open ticket buat kita bertiga..

hari selasa, dengan semakin tenang dan santai masih berleha2 di kamar, uda hawa libur lebaran pulak, mBos uda nyampe jg kan di london sana. harapan makin tipis lah. eh..ternyata sodara2 pas ngecek web vfs, visa uda bisa diambil, kelimpungan lah kita, padahal itu uda jam 11.. akhirnya berpacu sm waktu  lagi, ke CT kirim surat kuasa, seperti biasa minta tlng u/ ambilin visa.. selama periode si surat kuasa itu jalan ke jakarta, gw ngubungin agen tiket lagi, yang tadinya bilang bisa hold pembayaran tiket sampe jam 4.30 tp tnyt cuma sampe jam 2,, WTF!! padahal jam 1 gw msh di rumah, masih urus2 packing wlpn blm tau visanya dpt apa enggak (keeping the hopes high banget lah). si mom yg mo ikut ke jkt pun ikutan panik. btw, si anak kecil akhirnya memutuskan untuk ga ikut sekalipun visanya dapet.. well, akhirnya dengan segala kecepatan yang mas una punya, sampe lah di agen tiket, dibayarlah itu tiket dengan harga yg menguras kantong dan mencekik mata pencaharian.

sekali lagi ya, ini dilakukan pada saat gw dan putri belom tau hasil keputusan aplikasi visa kita. jam 3 lebih gw uda sampe di travel yg mo nganter ke bandara. singkat cerita, visanya uda ditangan mas rikin yang dikasih kuasa buat ambil. singkat kata gw nelpon2 sampe ngotot2an untuk memperjelas status visa gw. dan ternyata ALHAMDULILLAH DAPET!! gw lsg call putri, dan putri pun jadi nyusul gw ke travel bandara itu, tdnya kl ga dapet visanya ya uda bubar jalan masing2, ga jd meeting point di pool travel.

singkat kata lagi, akhirnya dengan segala kehororan yang ada dan tingkat pacuan adrenalin yang tinggi ditambah dengan esensi waktu yang sangat padat dan singkat, gw dan putri pun akhirnya duduk manis di pesawat menuju dubai, untuk akhirnya menuju heathrow.

alhamdulillah, berkah ramadhan yang luar biasa. segala usaha dan doa dikabulkan Allah S.W.T.

dan kami pun menuju london.





Sunday

16 08 2009

the radio is on playing matchbox 20, the sun is smiling, well it’s sunday morning everbody. the breeze is good, the weather is perfect, the scenery up front my window is great, the fact that tomorrow is Indonesia independence adding a reddish and whitish essence.

MERDEKA!! MERDEKA!!

well, bangun pagi memang ga pernah jadi kebiasaan yang bisa gw banggakan. pagi ini, akhirnya diputuskan untuk hunting jajanan sarapan, wisata kuliner pagi2 sounds like a great idea. ada kupat sayur di simpang dago, mie kocok di deket stasiun bandung (lupa nama jalannya), bubur ayam mang oyo, nasi kuning SSC, dan rasanya kalo perjalanan diteruskan ke gedung sate sana, lebih banyak jajanan sarapan yang bisa bikin perut mbledos kekenyangan. akhirnya dari sekian banyak pilihan jajanan sarapan di bandung, pilihan jatuh ke bubur mang oyo, yang memang telah menjadi teman sarapan selama gw kuliah dan kerja di suatu daerah di bilangan ganesha. cocok lah porsi dan harga, perut dan kantong puas. dasar mahasiswa! hehe..

di jalan pulang, melewati jalan tamansari, memutari kampus gajah, banyak adek2 kampus gajah dengan jaket almamaternya, sepertinya akan ada acara OSKM, semangat ya adek2 panitia dan juga peserta, terutama buat peserta, selamat datang di kampus gajah, hilangkan stigma negatif anak2 kampus gajah yang selama ini beredar, selamat belajar dan menikmati dunia kemahasiswaan. walaupun terikat peraturan akademis, yang namanya berhimpun harus tetap dinikmati, rugi loh kalau enggak (kok jd ngelantur ya??).

well, sembari memutari kampus, ditemani lagu2 dari mas rob thomas matchbox 20, rasanya uenak tenan tidak ditemani macet melewati tamansari.

beberapa tahun ini sepertinya tamansari dan simpang dago hampir ga kalah macetnya sama mampang prapatan di jakarta sana. tepi jalan tamansari dan dayangsumbi yang berubah fungsi jadi tempat parkir dadakan menambah heboh suasana macet di daerah ini. sayangnya pemakai parkiran dadakan ini adalah anak2 kampus gajah sendiri, yang semakin tidak difasilitasi tempat parkir. belum lagi di sepanjang jalan ganesha yang juga jadi parkiran dadakan, menambah ga punya rute pilihan pulang kantor or pulang kerja, lewat manapun pasti rame. belum lagi harus antri bareng angkot yang ngetem atau berhenti mendadak karena ada anak kampus gajah yang nyetop.

sepertinya kampus gajah harus punya solusi tepat untuk masalah ini, sebelum diamuk massa seputaran kampus gajah. well, memang ada lahan kosong di sebelah timur dan barat kampus, yang sepertinya difungsikan sebagai lahan hijau kampus, dan lapangan tempat aktifitas mahasiswa. kalau lapangan ini dialihfungsikan jadi parkiran sepertinya temen2 dari fakultas nyeni dan fakultas nyipil akan teriak paling keras, ya soale kan 2 fakultas ini berada di dekat lapangan hijau ini. ya semoga dengan nantinya ada rektor baru, kampus gajah bisa menyelesaikan permasalahan ini. pak, mahasiswanya nambah loh, dan yang nambah itu yang punya kelebihan koleksi kendaraan di rumah loh (sori nih nyepet, abisnya tiap tahun ajaran baru, selalu terlihat mobil yang plat nya pas harus diganti 5 thn lagi).

sampai di rumah, sembari menikmati hangatnya bubur ayam dan segelas teh hangat, ditemani kicau burung dan hijaunya pemandangan di depan jendela di depan kamar, email-email pun akhirnya di mark all as read. sayangnya, berita pagi sudah berganti jadi gosip pagi, kelamaan jalan2 nih, jadi aja ketinggalan berita pagi. kebiasaan baru nonton dan denger berita ini sepertinya bukti nyata dari jargon karma do exist deh, soalnya dulu sering protes kalau TV dibajak mom and dad buat nonton berita, eh ternyata sekarang ya saudara-saudara, siaran berita itu uda setingkat siaran gosip2 artis. ga gaul kalau ga tau berita ter-up2date, gaulmeter buat orang2 seumuran gw somehow ditambah dengan kemampuan meng-update diri sendiri dengan issue2 serius yang disajikan berita pagi, siang, sore, dan malam. bukan lagi sekedar info gosip artis dan konser artis.

well, umur boleh nambah, kebiasaan boleh dong ga berubah. di fasa 20 going 30 ini, ada satu hal yang ga bisa terlepas, yaitu nonton kartun. biar awet muda lah, buat refreshing setelah 5 hari melototin layar segede2 TV di “kantor” itu. berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi lebih, mari mantengin TV dan nonton kartun dulu.

—————-
Now playing: Lionel Richie – Easy .mp3
via FoxyTunes





Teluk Cenderawasih

10 05 2009

Teluk Cendrawasih yang beberapa bulan ini jadi daerah penelitian tesis gw adalah teluk yang terletak di sebelah timur provinsi Papua Barat dan dikelilingi Pulau Biak, Yapen dan daratan utama Papua. secara geologi, daerah ini konon bisa menjawab permasalahan atau asal muasal gimana tektonik yang membentuk Papua sampai pada kondisi yang sekarang ini.  data seismik dan batimetri yang diprakarsain sebuah perusahaan di bilangan kemang sana sukses membuat penasaran geologiwan yang pernah bekerja di daerah Papua, paling enggak itu gosipnya. hehehe.

secara geologi si teluk yang membuat gw pusing tujuh keliling ini dibatasi oleh struktur2 khas yang menjadi ciri utama geologi Papua, di utara nya ada Pulau Yapen se-sesar2 nya yaitu Yapen Fault Zone (YPZ) juga Pulau Biak dan Supiori; ke arah barat ada Lengguru Fold Thrust Belt (LFTB), sesar Ransiki, Wandaman Peninsula, dan semakin ke barat ada Kemum High dan Maar High; ke selatan ada Weyland Overthrust, ke timur ada Waipoga Through dan sesar Waipoga, struktur yang selama ini belum diketahui dan ternyata hadir di batas tenggara teluk adalah adanya (thrust) fold belt yang sama decker dkk (2009) dinamain Waipoga Fold Belt.

daerah yang dikotakin itu lah yang lg tujuan riset gw dan beberapa orang lainnya. tujuan riset gw yg plg utama adalah lulus s2, kalo yg laen sih kyknya demi tujuan mulia akademis dan mungkin beberapa bertujuan untuk cari minyak disono, hehehe.. hidup kerak benua.. hahaha..

teluk ini ternyata juga merupakan cagar alam atau tepatnya taman nasional. menurut link ini banyak banget flora dan fauna yang bisa diamati di bawah laut si teluk.

kalau dipikir2 kayaknya sekarang lebih enak diving dan snorkling di cagar alam ini, daripada mikirin gimana terbentuknya teluk ini. terserah lah mau rotasi counterclockwise, clockwise, micro-continent, atau apalah, terserah. hahaha. tapi sayangnya diving dan snorkling ga akan bikin draft tesis gw selese. hah…

sayang nya belum ada sumur bor yang representatif mewakili stratigrafi daerah ini, ini dia nih masalah yang bikin gw harus membandingkan stratigrafi daerah sekitar teluk ini. sumur bor yang ada di daerah timur teluk deket sama dataran papua itu ga cukup dalem, dan ngegantung2 di umur2 muda.

berhubung tesisnya belum selesai dan datanya belum boleh dipublikasi secara luas, jadi infonya jg belum banyak bisa tersampaikan. semoga ide cepet datang untuk menyimpulkan kejadian apa sih yang di balik terbentuknya teluk cenderawasih di posisinya saat ini!! amin!!






jiwa setengah backpacker

9 05 2009

niatan dan tiket untuk pergi jalan2 uda luama ada, berbulan2 sebelumnya uda pesen tiket dan punya passport, persiapan cukup menguras tabungan, ya namanya juga mau pergi jalan2 ke luar negeri (cieh, pamer dikit), biarpun ngeransel tetep aja muahalnya amit2. emang jiwa backpacker nya minus!!!

tujuan jalan2 kali ini adalah  singapore, bermodalkan SGD, Rupiah dan npwp (walaupun baru dilaporin 2 hari sebelum berangkat). temen setia pasti si tentara swiss ku yg legam itu, itu tas klo bisa ngejerit kayaknya njerit deh, gw dedet sededet2nya, saking mau backpacking nya.. sengaja ga bawa tas extra biar ga belanja (walaupun akhirnya belanja juga dan sukses membuat tentara swiss ku super ketaatt dan guembunggg).

berangkat dari bandung jam 6 pagi ke cengkareng itu ternyata kepagian!!! nyampenya jam stengah 9, tapi kalo berangkat jam 7 takut macet jg ya.. ya akhirnya ngemper lah di kfc bandara, sklian sarapan dan dijadikan meeting point. gw yang berangkat sama dian dan suaminya pun mulai menunggu peserta2 lain.. akhirnya putri dateng, trus liana sm begenk, trus rory, trus bogi, yak lengkap 1 flight.  the adventure begins…sebelumnya uda sms-an sm mas asin n agung yg uda nongkrong di batam (ngapain aja ya itu bedua di batam). gerombolan yg dari bandung pun uda sms pertanda uda siap untuk urus hotel duluan…

yhoo..sampe batam.. mulai ngontak anak2 gerombolan bandung, aneh nya kok ga iso2 dihubungi, mulai keta/ir soal hotel, karena jam batas konfirmasinya jam 3. akhirnya mutusin untuk makan siang sambil nunggu ega, entah gimana awalnya, tiba2 uda dapet mobil untuk nganter makan siang, ada saudaranya begenk yang kerja di batam dan sepertinya mengirim utusan untuk anter kita, ya lumayan jejempetan di mobil sih, tapi namanya juga jiwa ngere, ya berangkatkan saja. jejempetan ini akhirnya membawa ega untuk mengorbankan 70rb sendirian, sori ya ga. hehe..

akhirnya naek ferry jg setelah si ega nongol, secara ajaib boarding pas naek ferry dan imigrasi di indonesia uda beres, jd kurang merasakan travelling sih sbnrnya, tp ya alhamdulillah dikasih kemudahan. harbour front kami datang!! sampai di harbour front ada sedikit insiden, sign no photo taking yg ga kebaca sm kita sukses ngebuat kita jd buronan sekuriti, diliatin orang seimigrasi.  ngeliat isi harbour front gw mlongo abis, buset dah, pelabuhan begini bagusnya, penuh sm toko oleh2, bersih, terang ber-AC, cengkareng pun kalah lah.

menuju stasiun MRT bermodalkan ga tau apa2!! wah udik bener lah gw, ini bagaimana caranya ya? rasanya uda pengen naek taksi aja, ya namanya jg ngere bos, akhirnya bermodalkan bahasa inggris gw yg katanya bagus itu, mirip lah gw sm turis udik yg bs bhs inggris, nanya ini itu sama “penjaga tiket” berkali2, dan karena kita rombongan, jd ya kita come in as a big group tuh clinga/uk di depan booth tiket. norak jg kalo diinget2.

kejadian paling parah adalah, kita NYASAR!!!! damn, 9 orang geologist, nyasar di kota!! malu2in!! turun MRT uda di stasiun yg bener, tapi masalahnya adalah orang singapur terlalu pinter untuk bikin arah utara di peta, dan peta di singapur ternyata bukan peta baca, tapi peta aktual kita menghadap ke arah mana. uda jauh2 nyasar, ada yg bawa koper, tas jinjing, tas ransel segede gaban, uda nanya sama orang yg kliatannya jg bingung sm peta buatan negaranya sendiri dan posisi dia saat itu, kita akhirnya ngemper di perempatan jalan setelah nemu stasiun MRT yg arah berlawan sm arah yg mau kita tuju, bayangin, kita jalan di satu stasiun MRT ke stasiun laen, kl diinget2 jd brasa bete sendiri, geologist kok nyasar!! sms igun lah gw, bilang gw nyasar, dan agung mulai sadar letak kesalahan pembacaan peta. igun di sms malah nelpon, ya wlpn membuat kita ga nyasar lg, tp menguras pulsa gw cukup signifikan.

naek MRT lg, perut laper, bdn capek, haus, lengkap lah derita backpacker ini, turun di stasiun yg sama dan menyadari kesalahan. setelah smua petunjuk igun dijalani, akhirnya nemu jg hostel yg mo kita tempatin, yang ternyata lebih mirip ruko dan susah ditemuin, karena pintunya yg kecil, akhirnya nge-bell dan yg buka pintu pun jhonny, rasanya lega bisa ngliat a friendly face, ada isto dan yg laen jg, kecuali igun yg desa/usnya hrs melata krn masuk angin.

well, mandi, sholat dan cari makan adalah tujuan berikutnya, pas mau berangkat makan, ternyata gw, dian dan liana ditinggal gerombolan yg mo pada makan, akhirnya sms, nanya pada makan dimana, lagi2 sms ini membuat pulsa terkuras, sms kok 6rb, ada2 aja. berhubung balasan yg tak kunjung datang akhirnya kita bertiga mutusin untuk beli air dan balik ke hotel aja, nyemil barang bawaan dan tidur. sukses lah gw terkapar melata hari itu.

hari kedua diawali dgn bangun yg kelewat siang, alhasil setelah smua peserta mandi dan makan, jam 10 kita baru kluar hostel. igun tampaknya uda bisa jalan cepet, jdlah gw, igun, sm ega jalan duluan ke MRT, tujuan kita adalah orchard. gerombolan yg laen ditungguin ga dateng2, usut punya usut ternyata mereka nyasar (lagi).. gw, igun, ega akhirnya duluan jalan, foto2 di orchard, setelah ketemu sm anak2 yg laen, ega berkhianat ngikut anak2, gw dgn suksesnya nemenin igun belanja, damn… godaan yg berat hrs nemenin igun belanja.

china town jd tujuan selanjutnya, ya buat belanja oleh2 atao sekedar jalan2 dan sholat jumat, selagi cowo2 itu sholat jumat, ibu2 dan jhonny pun makan siang, harus teliti cari makanan halal di singapur, akhirnya ya kita menuju warung india muslim. stlh smua solat, kita mulai jalan2 di china town, uda laper mata pengen beli ini itu, tp tahan…tahan..tahan.. abis dr china town kita pun pulang, capek gilak dan panas nya ga tahan. kyknya orang2 pada ketiduran sampai akhirnya ada 2 tempat tujuan, ada yg mau belanja ke mustafa ada yg mau ke merlion. gw pilih ke mustofa, wlpn ga tau mau belanja apa, akhirnya dapet coklat dan kaos buat oleh2. anak2 yg ke merlion pulang lbh malem, jd gw sukses tidur duluan lagi.

besoknya kita smua ke sentosa island, buset dah panas buanget.. gw rela dah mengorbankan 3 dolar cm buat minuman. mahal pisan tp drpd gw mati kering kehausan… untung makan siang uda ngebekel, jd bs hemat dikit. sengaja 50 dolar gw tinggal di hostel biar ga boros. gw kira2 anak2 jd pd bawa bekel, tnyt gw doang yg bw nasi, ya sudahlah… pas anak2 makan di foodcourt, gw pun tersiksa kelaparan, saking gw mau teguh kukuh pd pendirian gw, ga akan ngebiarin bekel gw mubazir. yg paling mau gw beli adalah AIR!! sumpah singapur panas buanget!! stlh beli air, ada money changer, ya sudahlah gw tukerin aja 8 dolas US gw menjadi 11 dolar singapur, lumayan bisa buat nambahin isi kartu MRT yg tinggal 4 dolar lg. selese makan, rombongan yg blm pada ke merlion pun jalan ke merlion, sampai merlion masih terang, ya akhirnya duduk2 aja disitu, ngliatin orang2 foto prewed, dll.

pulang sampe hostel pun duluan lagi, ya akhirnya tidur lagi!!

sampai akhirnya senen kita pulang, gw beli oleh2 lg di harbour, dihantui rasa ga enak ati jg nih jalan2 ga bawain orang rumah oleh2. tas gw sukses menggembung dan mengkhawatirkan masuk kabin pesawat apa ga. indonesia here we come, uda buru2 dr pelabuhan batam ke hang nadim, ternyata pesawatnya delay!! hah, pengen ngumpat2 air asia rasanya!! jd aja gw tergoda untuk beli kaos bertulisakan batam kan. ngider2 2 jam di hang nadim itu bosen jg. boarding jam 7 lewat, nyampe jakarta lsg nelponin cipaganti yg ga diangkat2, ah gimana sih katanya klo uda landing telfon aja. payah! muncul di booth cipaganti malah travel laen yg jaga, aneh, akhirnya kita disabotasi travel pasundan, ya sudhalah uda males mikir dan debat jg, pulang lah gw ke bandung.

overall, jalan2nya asik, cm gw rasa, gw ga bakat jalan2 susah di negeri orang, kalo ke bali2 doang atau ke sumatra sih gw dengan senang hati backpacker-an. ga bakat jd backpacker kere di negeri orang. hahaha..

well, wonderfull trip guys, kalo thn depan jd ke phuket, smoga pundi2 sudah bertambah dan ga hrs se-ngere ke singapur kemaren.

PS: ditulis disela2 nulis stratigrafi Kepala Burung, Papua.





Bill Watterson

5 04 2009

Calvin: You can’t just turn on creativity like a faucet. You have to be in the right mood.
Hobbes: What mood is that?
Calvin: Last-minute panic.





hoiiiiiii

30 03 2009

hoaaahhhmmmmm… mengantuk ini tak ada akhirnya,,,